Mengapa cara bertanya mengubah jawaban
ChatGPT tidak bisa membaca pikiran Anda. Ia hanya bekerja dengan kata-kata dalam percakapan, ditambah apa pun yang diminta untuk diingat tentang Anda. Permintaan yang singkat dan samar membuatnya menebak-nebak siapa Anda, apa yang Anda butuhkan, dan seperti apa hasil yang baik, sehingga celah itu diisi dengan jawaban paling umum yang bisa dibuatnya. Itulah sebabnya dua orang bisa bertanya tentang topik yang sama dan mendapat jawaban dengan kualitas yang sangat berbeda.
Cara berpikir yang berguna adalah memberi arahan kepada asisten seperti Anda memberi arahan kepada rekan kerja baru yang cakap di hari pertamanya. Ia cepat dan berwawasan luas, tetapi tidak tahu apa-apa tentang proyek, audiens, atau standar Anda sampai Anda memberitahunya. Setiap teknik di bawah ini pada dasarnya adalah cara menulis arahan yang lebih baik untuk rekan kerja tersebut.
Mulai dengan konteks dan tujuan yang jelas
Perbaikan yang paling berpengaruh adalah menyebutkan apa yang ingin Anda capai dan alasannya. Bandingkan "Tulis email tentang keterlambatan" dengan "Saya punya toko online kecil. Karena ada masalah di pemasok, pesanan minggu ini akan terlambat dikirim. Tulis email singkat bernada permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak, jelaskan keterlambatannya tanpa menyalahkan pemasok, dan tawarkan pilihan untuk membatalkan pesanan." Prompt kedua memberi tahu ChatGPT situasinya, audiensnya, nadanya, dan hasil yang Anda inginkan.
Konteks yang berguna biasanya mencakup untuk siapa hasilnya, akan dipakai untuk apa, apa yang sudah Anda ketahui atau coba, dan apa yang bisa Anda lakukan jika jawabannya tepat. Jika Anda butuh bantuan mengambil keputusan, sebutkan pilihan-pilihannya dan apa yang paling penting bagi Anda. Jika bertanya soal kode, sertakan bahasa pemrogramannya, pesan error yang persis, dan apa yang seharusnya terjadi.
Anda tidak perlu tata bahasa yang sempurna atau paragraf yang panjang. Beberapa kalimat sederhana tentang latar belakang biasanya sudah cukup, dan itu menghemat beberapa putaran koreksi nantinya. Anda juga bebas menulis dalam bahasa Indonesia sehari-hari; yang penting maksudnya jelas.
Tetapkan peran, batasan, dan format
Meminta ChatGPT mengambil peran, misalnya "bertindaklah sebagai editor naskah yang berpengalaman" atau "jelaskan ini seperti guru les matematika yang sabar", akan menggeser kosakata, kedalaman, dan nada jawabannya. Peran bukan sihir dan tidak memberi model pengetahuan yang tidak dimilikinya, tetapi cara ini cepat untuk menunjukkan jenis keahlian dan gaya yang Anda harapkan.
Batasan bahkan lebih berpengaruh. Sebutkan panjang yang Anda inginkan, tingkat bahasa, nada, dan hal yang harus dihindari, seperti jargon, klise, atau klaim yang tidak bisa Anda buktikan. Jika hasilnya harus mengikuti aturan tetap, misalnya batas karakter pada formulir atau panduan gaya perusahaan Anda, tuliskan secara eksplisit, jangan berharap aturan itu akan ditebak.
Terakhir, jelaskan format keluarannya: daftar langkah bernomor, tabel perbandingan pilihan, ringkasan singkat diikuti rincian, atau teks polos yang bisa ditempel ke alat lain. Meminta model mendaftar asumsinya, atau mengatakan dengan jelas saat ia tidak yakin, adalah batasan lain yang sering membuat jawaban lebih bisa diandalkan.
Tunjukkan contoh dan sediakan bahannya
Jika Anda menginginkan gaya tertentu, satu atau dua contoh jauh lebih ampuh daripada deskripsi sepanjang apa pun. Tempelkan paragraf yang Anda sukai lalu minta teks baru dengan gaya yang sama, atau tunjukkan contoh masukan beserta keluaran yang Anda harapkan, lalu berikan masukan yang sebenarnya. Teknik ini, yang sering disebut few-shot prompting, sangat efektif untuk tugas mengelompokkan, mengubah format, dan menulis ulang.
Jika tugasnya menyangkut teks tertentu, berikan teks itu langsung kepada ChatGPT, jangan memintanya mengingat. Tempelkan artikelnya, pasal kontraknya, atau datanya, atau unggah filenya, lalu pisahkan instruksi dari bahan dengan label yang jelas seperti "Instruksi" dan "Teks yang akan disunting", atau dengan mengapit bahan di antara tanda kutip tiga. Cara ini mengurangi kemungkinan model mencampuradukkan permintaan Anda dengan isi bahannya.
Berhati-hatilah dengan apa yang Anda bagikan. Hapus nama, nomor rekening, kata sandi, dan apa pun yang bersifat rahasia sebelum menempelkannya, dan patuhi aturan kantor Anda tentang penggunaan alat AI untuk data pekerjaan.
Pecah tugas besar menjadi langkah dan perbaiki bertahap
Permintaan yang rumit lebih berhasil sebagai rangkaian langkah daripada satu prompt raksasa. Untuk laporan, minta kerangka lebih dulu, sesuaikan, lalu minta setiap bagian dibuat drafnya secara bergantian. Untuk masalah yang pelik, minta ChatGPT mengusulkan beberapa pendekatan sebelum memilih salah satunya. Model penalaran melakukan sebagian besar perencanaan ini sendiri, tetapi struktur yang jelas dari Anda tetap membantu.
Anggap jawaban pertama sebagai draf dan sebutkan dengan tepat apa yang perlu diubah: "lebih singkat", "lebih formal", "pertahankan paragraf kedua tapi tulis ulang sisanya", "pakai contoh dari dunia ritel, bukan perbankan". Anda juga bisa membiarkan asisten mewawancarai Anda dengan mengakhiri prompt dengan kalimat "tanyakan apa saja yang perlu kamu ketahui sebelum mulai". Pertanyaan yang diajukannya sering mengungkap celah dalam arahan Anda.
Jika percakapan melenceng atau terus mengulang kesalahan yang sama, sering kali lebih cepat mengedit pesan awal Anda, atau memulai chat baru dengan prompt yang lebih baik, daripada berdebat dalam utas yang panjang. Meminta tiga atau empat versi berbeda sekaligus juga cara cepat untuk menjajaki pilihan sebelum memutuskan satu.
Periksa semua hal yang penting
Prompt terbaik sekalipun tidak bisa membuat ChatGPT bebas dari kesalahan. Model bahasa bisa menyatakan fakta yang salah dengan yakin, tertukar nama yang mirip, keliru berhitung, dan ketika diminta sumber, menyodorkan referensi yang tampak nyata padahal tidak ada. Pengetahuan bawaannya juga berhenti pada tanggal batas tertentu, jadi peristiwa terbaru bisa saja terlewat kecuali asisten mencari di web.
Jadikan pengecekan bagian dari rutinitas. Minta sumber lalu bukalah, pastikan setiap sumber benar-benar menyatakan apa yang diklaim jawabannya, ulangi perhitungan penting di spreadsheet atau dengan alat analisis data, dan uji kode sebelum dipakai. Untuk pertanyaan medis, hukum, keuangan, atau keselamatan, anggap jawabannya sebagai persiapan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional yang berwenang, bukan kata akhir.
Prompt lanjutan yang baik meminta asisten meninjau jawabannya sendiri: menunjukkan klaim yang lemah, mendaftar hal yang tidak ia yakini, dan menyarankan apa yang perlu dicek ulang. Cara ini tidak akan menangkap semuanya, tetapi sering menandai bagian yang layak diperiksa lagi.
Simpan prompt yang berhasil sebagai templat
Jika sebuah prompt memberi hasil yang bagus, simpanlah. File catatan sederhana sudah cukup, dan ChatGPT sendiri menyediakan instruksi kustom yang berlaku di setiap chat, projects yang menyatukan instruksi tetap dengan sekumpulan file, serta GPT kustom untuk tugas yang sering Anda ulang. Taruh preferensi Anda yang tetap di sana, seperti peran Anda, audiens yang biasa Anda tuju, dan gaya yang Anda sukai, agar setiap prompt baru bisa fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.
Berikut templat praktis yang bisa disesuaikan: tujuan dalam satu kalimat; konteks dan audiens; bahan yang akan diolah; peran yang Anda inginkan dari asisten; batasan panjang, nada, dan hal yang harus dihindari; format keluaran; serta permintaan untuk bertanya atau menyebutkan asumsi jika ada yang kurang jelas. Mengisi bagian-bagian itu hanya butuh satu menit dan biasanya menghemat jauh lebih banyak waktu koreksi. Kebiasaan yang sama juga berlaku untuk asisten AI lain, karena arahan yang jelas membantu setiap model bahasa.